header image
 

Kini Kutahu

Kini kutahu…

mustahil buat seseorang mencintai kita, yang dapat ialah membuat diri kita layak dicintai, selebihnya terserah mereka.

Kini kutahu…
betapapun aku telah peduli, ada saja orang yang tak peduli balik.

Kini kutahu…
bisa bertahun-tahun membangun kepercayaan, dan sedetik merusakkannya.

kini kutahu…
yang penting bukan memiliki apa dalam hidup ini, namun siapa.

kini kutahu…
paling lima belas menit berlagak ramah,  sesudahnya, hal lain saja.

Kini kutahu…
bukan soal bagaimana berbuat yang terbaik dicapai orang, namun apa yang paling dapat kita kerjakan.

kini kutahu…

yang penting bukan apa yang terjadi pada orang, namun apa kemudian yang dilakukannya.

Kini kutahu…
apa yang dapat kita lakukan dalam sedetik, dapat membawa nestapa petaka seumur hidup.

Kini kutahu…
betapapun tipis kita mengiris, selalu ada dua muka terhasil.

Kini kutahu…

betapa lamanya untuk menjadi seseorang, yang kuidamkan.

Kini kutahu…

betapa jauh lebih mudah asal menanggapi, daripada berpikir jernih jitu.

Kini kutahu…
harus selalu ucapkan kata kasih sebelum berpisah, karena mungkin itu terakhir jumpa dengannya.

Kini kutahu…
betapa lamanya kita dapat tahan sesuatu, yang semula kita pikir tak mampu.

Kini kutahu…
kita harus pertanggungjawabkan apa yang kita lakukan, betapapun yang kita rasakan.

Kini kutahu…
kita mengendalikan sikap tindak, atau sikap tindak itu mengendalikan kita.

Kini kutahu…
betapa semula hubungan panas keras, dapat saja berubah menjadi teduh lunak, dan buah-buahnya jauh lebih baik.

Kini kutahu…
pahlawan itu orang yang mengerjakan sesuatu yang harus dilakukan, tak peduli apapun konsekuensinya saat itu.

Kini kutahu…
belajar memberi sesuatu itu,  menuntut latihan disiplin diri.

Kini kutahu…
betapa ada saja orang yang sangat mengasihi kita, tetapi tak tahu cara menunjukkannya.

Kini kutahu…
uang itu selalu menipu dan gagal,  untuk menjaga martabat sejati.

Kini kutahu…
dengan sahabatlah kita sanggup mengerjakan segala sesuatu atau tak sesuatupun, dan merupakan saat yang indah.

Kini kutahu…
orang yang mungkin kita anggap akan menendang kita saat kita jatuh,  justru yang dapat membantu kita bertegak.

Kini kutahu…
saat kita marah, kita merasa berhak marah,  tetapi bukan hak untuk menjadi jahat.

Kini kutahu…
persahabatan dapat terus bertumbuh makin dalam, sebagaimana juga kasih sejati.

Kini kutahu…
seseorang yang tak mencintai kita seperti kita harap,  bukan berarti tak menyayangi dengan segala yang dia miliki.

Kini kutahu…
kedewasaan dan kebijakan itu gayut pengalaman dan pelajaran yang  terpetik, daripada sekadar berapa kali sudah berulangtahun.

Kini kutahu…

jangan mencela dan remehkan mimpi dan angan anak-anak, bila mereka percayai kata-kata kita, dapat nantinya menjadi bencana.

Kini kutahu…
keluarga itu tak selalu disamping kita,  bahkan yang bukan keluarga justru memelihara, mengasihi dan mengajar  menghadapi dunia luas,  keluarga itu bukan semata biologis.

Kini kutahu…
betapa baikpun kawan, suatu ketika akan menyakiti, maka harus selalu siap memberi maaf kepadanya dan siapapun.

Kini kutahu…
tidak cukup hanya dimaafkan oleh orang lain, diri kita sendiripun terkadang perlu dapat memaafkan kita.

Kini kutahu…
betapa parah pun luka dan patah hati kita, dunia akan terus berputar tanpa mesti melirikmu.

Kini kutahu…
latar belakang dan lingkungan dapat mempengaruhi diri, namun kita sendiri bertanggung- jawab akan menjadi bagaimana.

Kini kutahu…
kala sesama kawan bertarung, kita harus ada di satu pihak, betapapun kita merasa tidak enak melakukannya.

Kini kutahu…
orang bertengkar tak mesti karena saling benci, dan tiada pertengkaran bukan berarti ada kasih.

Kini kutahu…
terkadang kita perlu mengedepankan orangnya terlebih dulu, daripada menyimak kelakuannya.

Kini kutahu…
kita tak harus berganti kawan, walau kita tahu kawan itu dapat berubah.

Kini kutahu…
tak harus kita mati-matian mengejar suatu rahasia, bila hal itu dapat mengubah dan merusak kehidupan selamanya.

Kini kutahu…
dua orang dapat melihat dua hal yang tepat sama, namun dengan pengertian yang sangat berlawanan.

Kini kutahu…
betapapun kita menjaga anak-anak agar tak terluka, tetap saja mereka terluka, dan kita dapat ikut terluka.

Kini kutahu…
ada begitu banyak jalaran jatuh dan terperangkap cinta.

Kini kutahu…
betapapun akibatnya, orang yang jujur dengan dirinya, akan melangkah dan memperoleh lebih dalam hidup ini.

Kini kutahu…
berapa banyak pun teman kaumiliki, betapa kau adalah tiang pancang  mereka, kau akan tetap merasa sepi dan hilang, saat kau paling sangat perlukan mereka.

Kini kutahu…
hidup kita dapat diubahkan dalam hitungan jam, oleh orang yang bahkan tak mengenal kita.

Kini kutahu…
biarpun kaupikir tiada lagi dapat kaubantukan pada kawan yang memerlukan, kau pasti masih punya kekuatan untuk menolong.

Kini kutahu…
membaca dan menulis, sebagaimana bicara, dapat mengurangi sesaknya rasa hati.

Kini kutahu…
paradigma hidup kita, bukan satu-satunya pembatas anugerah yang kita terima.

Kini kutahu…
bahwa pengakuan dan ungkapan hati saja, bukan sesuatu yang merendahkan harkat manusia.

Kini kutahu…
bahwa orang yang paling kita kasihi, justru diambil dari kita terlampau cepat.

Kini kutahu…
dalam makna apapun kata “cinta” itu, akan lenyap maknanya bila dipakai berlebihan.

Kini kutahu…
betapa sukarnya menarik pemisah,  antara sikap ramah dan tak menyakiti hati orang, dengan tampil menyatakan pemikiran serta keyakinan.

Jakarta, 5 Maret 2009

This is my own words:

Kini kutahu….

Selama kita masih hidup, maka harapan itu akan selalu ada.

Keep stronger then!

FOEI - International Biodiversity Photo Competition

MEDIA ADVISORY
Friends of the Earth International

biodiversity photo competition starts today

February 2, 2009

Friends of the Earth International announces the launch today of its
annual photo competition, which will gather photos from around the world
on the theme of “Biodiversity Lost, Biodiversity Preserved”.

The best shots will be featured in a series of materials we will launch
in conjunction with the 2010 UN International Year of Biodiversity,
including a calendar and an international photo exhibition.

We are looking for photos that reflect and celebrate the importance of
biodiversity to people everywhere. We are seeking photos that capture
what is being lost, and what the natural world provides: livelihoods,
shelter, food and medicine, recreation, beauty, inspiration and joy, for
a start.

EVERYONE CAN PARTICIPATE

Our competition is free and open to everyone, and we particularly
encourage young people, women, and people living in the developing world
to enter.

DEADLINE 1 APRIL

The deadline for entries is 1 April 2009 (not a joke!), but we
appreciate receiving photos as soon as possible.

YOUR PHOTOS MAY BE USED

The judges will choose a total of 12 winning photographs as well as
three “popular choice” photo per category. The winning photos will be
announced in mid-April. Photos, both winning and non-winning, may also
used for other Friends of the Earth publications and materials, in which
case the photographers name, e-mail address and/or website will be
displayed.

CASH PRIZES

There are cash prizes for the winners: 400 euros for the first-place
photos; 200 euros for the second-place photos; and 100 euros for the
third-place photos.

CATEGORIES:

biodiversity lost
Examples: logging; mining; large-scale fishing; climate change;
desertification; plantations (including agrofuels, large-scale
agriculture and GM crops); commercialization of biodiversity and
biopiracy; urban and rural development and transport projects; etc.

biodiversity preserved
Examples: native species and ecosystems; small-scale, local, organic
agriculture; community and indigenous forest and biodiversity
management; cultural identity; seed-saving; green spaces like parks and
gardens; etc.

JUDGES:

This year’s panel of judges will include:

* Akintunde Akinleye, first-place winner World Press Photo 2007, from
Nigeria
website: www.akintunde1.com
* Peter Menzel, US photojournalist and author of “Hungry Planet: What
The World Eats”
website: www.menzelphoto.com
* Daniel Beltrá (Spain, based in Seattle), environmental and nature
photography specialist and winner of the 2007 World Press Photo prize
for his work on soy plantations and Amazon deforestation
website: www.danielbeltra.com
* Bangladeshi photographer G.M.B. Akash, first-place winner of the 2006
FoEI photo competition
website: www.gmb-akash.com
* Indian photographer Shantanu Das, first-place winner of the 2007 FoEI
photo competition.

MORE INFORMATION and competition rules see:

www.foei.org/en/photo

You can see the winners of last year’s competition at:

http://www.foei.org/en/get-involved/photo/winners2008


————————————————————–
Niccolo’ Sarno
Media Coordinator - Friends of the Earth International
Email: niccolo@foei.org
Tel: +31-20-6221369 (Amsterdam, The Netherlands)
Website: http://www.foei.org/media
————————————————————–
Friends of the Earth International is the world’s largest
grassroots environmental federation with 77 national member groups
in 77 countries and more than 2 million individual members and supporters
————————————————————–
What do the media say about us? READ PRESS REVIEWS HERE:
http://www.foei.org/en/media/links.html
————————————————————–

Lomba Penulisan Kelautan di Media Cetak Menyambut World Ocean Conference (WOC) 2009

Lomba Penulisan Kelautan di Media Cetak
Menyambut World Ocean Conference (WOC) 2009

LATAR BELAKANG

World Ocean Conference (WOC) yang bakal digelar pertengahan Mei 2009
merupakan ajang pertemuan para stakeholder kelautan terbesar. Ribuan pakar
kelautan dari puluhan negara di seluruh dunia akan menghadiri WOC yang
diadakan di Manado, Sulawesi Utara. (keterangan lebih lengkap ttg WOC bisa
dilihat di http://www.woc2009.org)

Momentum ini sangat penting mengingat Indonesia selain sebagai tuan rumah
juga memiliki kepentingan agar pertemuan akbar itu berlangsung sukses
dengan membawa hasil yang memuaskan. Dalam rangka itulah, sosialisasi
mengenai kelautan perlu lebih digencarkan baik melalui media cetak maupun
elektronik. Ini penting karena dalam abad informasi dan knowledge base
society sekarang ini, peran media massa dapat menentukan arah perjalanan
bangsa dan peradabannya.

Salah satu sarana efektif untuk memasyarakatkan hal itu adalah dengan
mengundang penulis, baik dari kalangan wartawan maupun non wartawan untuk
menuangkan gagasannya di media massa cetak. Dalam kaitan inilah Kantor
Menteri Koodinasi Bidang Kesejahteraan Rakyat bekerjasama dengan
Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Mapiptek) mengadakan
lomba penulisan di media massa cetak.

Dengan cara ini, wartawan media cetak di daerah dan nasional terpacu
minatnya untuk sebanyak-banyaknya menulis tentang kelautan dari berbagai
sisi.

TUJUAN

1.Meningkatkan penyebaran informasi kelautan kepada masyarakat di
Indonesia 2.Menyosialisasikan masalah kelautan dalam berbagai bidang
kehidupan manusia 3.Menggugah dan mengembangkan minat menulis tentang
masalah kelautan pada wartawan media cetak.

TEMA LOMBA

Pemanfaatan iptek kelautan untuk pemberdayaan masyarakat dan menyiasati
perubahan iklim.

SUB TEMA LOMBA

Sub tema penulisan yang dilombakan disesuaikan dengan materi yang akan
dibahas dalam WOC 2009. Peserta bisa memilih salah satu dari beberapa tema
berikut ini :

1.Perubahan iklim dilihat dari sisi kelautan
2.Iptek kelautan bagi pemberdayaan masyarakat
3.Sosial dan eknomi kelautan
4.Wisata bahari untuk kesejahteraan masyarakat
5.Energi ramah lingkungan bersumber pada kelautan
6.Bahan pangan dan kesehatan dari laut untuk kesejahteraan masyarakat
7.Sumberdaya mineral, minyak dan gas bumi di laut

Kriteria Lomba

1. Terbuka untuk semua penulis non wartawan dan wartawan media cetak
Indonesia yang dibuktikan dengan fotokopi identitas diri (Kartu Pers dan
KTP).
2. Semua naskah yang akan dilombakan harus diterbitkan di media cetak
mulai 1 Januari 2009 – 30 April 2009.
3. Setiap peserta dapat mengirimkan lebih dari satu tulisan (masing-masing
rangkap tiga) dalam bentuk fotokopi kliping tulisan atau scanning tulisan
yang termuat jika mengirim via email.
4. Panitia berhak menggunakan karya tersebut untuk keperluan publikasi dan
promosi pihak penyelenggara.
5. Keputusan dewan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat
6. Batas akhir penerimaan naskah tanggal 3 Mei 2009 (sudah diterima
panitia) 7. Naskah dikirim ke :
Panitia Lomba Penulisan Kelautan di Media Cetak
Humas Kementerian Koordinator Bidang Kesra
Jl. Medan Merdeka Barat No. 3 Jakarta
Email : mapiptek@cbn.net.id atau mapiptek@yahoo.com

Hadiah

1. Karya Terbaik untuk kategori Wartawan
- Juara I : Uang Rp 15.000.000,- + plakat + piagam
- Juara II : Uang Rp 10.000.000,- + plakat + piagam
- Juara III: Uang Rp 5.000.000,- + plakat + piaga
- Juara Harapan : Dipilih 1 pemenang @ Rp 1.000.000,-

2. Karya Terproduktif untuk kategori Wartawan
- Juara : Uang Rp 10.000.000,- + plakat + piagam

3. Karya Terbaik untuk kategori Non Wartawan
- Juara I : Uang Rp 15.000.000,- + plakat + piagam
- Juara II : Uang Rp 10.000.000,- + plakat + piagam
- Juara III: Uang Rp 5.000.000,- + plakat + piaga
- Juara Harapan : Dipilih 1 pemenang @ Rp 1.000.000,-

Untuk Rina Dewi Yana

Mbak Rin,

Berita itu seperti petir di siang bolong

Tak terduga dan tentu saja….

Sedih….

Kau pergi untuk selamanya, syahid Insya Allah.

Ah takdir, kau benar-benar tidak bisa diduga….

Mbak Rin,

Masih teringat waktu dahulu

Dulu, saat kita sering mengobrol panjang lebar di kamarmu

Dulu, saat kita sering nonton DVD ramai-ramai di kamarku

Dulu, saat layar komputermu tiba-tiba meledak dan menghebohkan kosan

Dulu, saat kau guyur kepalaku malam-malam di hari ulang tahunku

Dan kado ulang tahun darimu pun masih terpajang di kamarku.

Mbak Rin,

Inilah penyesalan seumur hidupku padamu…

Maafkan aku tidak bisa datang di hari pernikahanmu

Maafkan aku tidak bisa datang bahkan di hari engkau dikembalikan di haribaan ilahi

Doa…hanya itu yang bisa kupanjatkan untukmu dari tempatku berada

“Robbana, terimalah temanku ini di tempatMU yang terindah”

Mbak Rin,

Terimakasih atas semua kenangan dan kebahagiaan yang telah engkau bagi

Terimakasih atas keberanian yang telah engkau tunjukkan dan syahid manakala melahirkan putri kecilmu

Meskipun kau telah pergi mendahului kami,

Kami takkan pernah lupa….

Atas tawa..

Atas airmata…

Atas Bahagia…

Saat kita semua bersama

Tidurlah dengan tenang, sahabatku….

“Memori Sekeloa 2004-2005 – Sampai kita bertemu lagi di hari pertimbangan, ukhti”

Jakarta, 8 Januari 2009

Cermin-Cermin

20 Desember 2008 – 4 Januari 2009

Jika kita membiarkan diri kita dikuasai oleh keyakinan-keyakinan kita yang membatasi, oleh ingatan-ingatan masa lalu, dan oleh pengondisian bawah sadar, kita akan menjadi seperti binatang-binatang sirkus yang dikondisikan hanya untuk melompat setinggi itu, berjalan sejauh itu, dan sukses sebanyak itu” - Brian Mayne

CERMIN – CERMIN

Enlighment has come! Benar-benar tercerahkan waktu nonton acaranya pak Mario Teguh (makasih,pak). Usaha menenangkan diri dan mengobati suatu keadaan yang divonis dokter sebagai penyakit ini ternyata menjadi berkah bagiku. Membuatku berpikir tentang hidup, lebih dan lebih lagi. Well no need to worry about life! Itu satu yang pasti:)

  1. Bagi orang yang diatas gedung, saat ada dua orang melaju dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi pastilah tahu bahwa kemungkinan terbesar mereka adalah bertabrakan. Tapi bagi orang yang bertabrakan, mereka menganggapnya sebagai kebetulan. Padahal dari cerita diatas dapat kita ketahui bahwa tidak pernah ada kebetulan di dunia ini.

Kebetulan hanyalah pernyataan dari orang-orang yang tidak mengetahui apa yang sudah direncanakan. Percaya deh..pasti ada hikmah dari setiap hal yang terjadi, karena semuanya memang telah direncanakan.

  1. Saat seseorang mengikrarkan dirinya sebagai orang beriman ataupun orang baik, apakah dia akan dibiarkan begitu saja tanpa ujian yang menyatakan kesungguhan niatnya itu?

Semakin teguh keimanan dan kebaikannya berarti akan semakin hebat juga ujian yang diberikan Tuhan padanya. Hal ini pun menunjukkan tingkatan orang yang bersangkutan. Dan pastinya tidak ada ujian yang diberikan melampaui batas kemampuan masing-masing, karena Tuhan tahu kebutuhan setiap manusia dan apa-apa yang terbaik bagi umatnya.

  1. Berkah atau rejeki laksana ketapel. Setelah ujian yang menarik kesabaran kita sejauh-jauhnya, maka keranjang rizki itu akan sampai pada batas renggangnya, dan akan dihadiahkan secepat kilat kepada yang berhak mendapatkannya. Setiap perbuatan, usaha, maupun kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada diri kita sendiri, sebab memang begitulah siklus kehidupan di dunia ini.

  1. Baik adalah baik. Mari sekali-kali lepaskan kebaikan itu dari konteks situasi yang sekian lama membelenggu. Kita tidak usah terpengaruh dengan lingkungan sekitar soal berlaku baik. Tanyakan pada hati nurani apakah benar berlaku baik akan jadi hambatan bagi kehidupan dan karir kita? Seperti yang sudah tertulis diatas, bukankah memang selalu ada ujian buat orang mengikrarkan dirinya baik, dan itu sama saja dengan sedang menabung berkah kita sendiri?

Menjadi baik adalah sebuah pilihan. Terserah apakah itu akan menjadi pilihan kita, karena sebagai manusia kita bebas memilih tentang cara kita berpikir, berbuat, dan merasakan. Tak seorang pun dapat merampas kebebasan itu, kecuali kita memilih untuk memberikannya. Jadi apakah pilihan anda?

  1. DOA…adalah cara kita mengondisikan pikiran menjadi positif. Kembali lagi pada tulisan diatas, Tuhan tahu apa saja kebutuhan kita. Bahkan kita-lah sebenarnya yang membutuhkan Tuhan. Tuhan hanya ingin tahu kok, dengan ujian yang diberikan….apakah kita umatnya akan selalu mengingatnya? Siapa-siapa diantara umatnya yang benar-benar teruji dan mencintaiNYA?

Tuhan itu Maha Penyayang, saya benar-benar yakin atas hal itu. Dengan berdoa meminta pertolonganNYA, mustahil segala ujian penuh kasih sayang yang kita anggap penyakit dan penderitaan itu tidak akan terhenti. Mintalah padaNYA….

Mungkin tulisan selanjutnya di bawah sedikit berbeda dari pembahasan di atas atau mungkin juga tidak. Namun Quote yang saya petik berikut, dari Novel K.O.M.A karya mas FX Rudy Gunawan, adalah pengertian yang menambah pemahaman saya belakangan ini. Kisah adalah kisah, namun setiap kisah membawa kita pada definisi-definisi yang berbeda. Dan setiap kisah mengantar kita pada pengalaman-pengalaman baru yang memperkaya hati dan jiwa.

“Semua orang tahu, esok sama saja dengan hari-hari kemarin. Sama-sama 24 jam, sama-sama ada pagi, siang, sore, dan malam. Tapi tak seorang pun tahu seperti apa persisnya setiap esok. Mungkin tetap seperti hari-hari lainnya, tapi apakah matahari akan sama teriknya seperti kemarin? Tapi apakah bunga-bunga yang sama akan mekar seperti kemarin atau malah berguguran? Tak seorang pun tahu. Mungkin tetap seperti kemarin. Tapi mungkin juga sama sekali berbeda. Mungkin saja kau menang lotere, mungkin saja kau dirampok orang, mungkin juga kau jatuh cinta. Atau mungkin tak ada yang berbeda dalam hidupmu yang membosankan”.

“Tidak semua hal bisa dan perlu diketahui, bahkan tentang orang yang paling dekat dengan kita. Mengapa kita harus selalu mau tahu?

Setiap orang punya sisi gelap, sisi terang, sisi abu-abu. Apa kita harus mengetahui semuanya seolah kita punya hak untuk mengadili semua orang?

Tidak. Kebenaran punya waktu sendiri untuk mengungkapkan dirinya. Kebenaran tak perlu dipaksa untuk memunculkan dirinya di saat yang tidak tepat. Itu justru akan melukai. Merusak tatanan. Lebih baik membuat percepatan untuk menemukan hal-hal baru, atau melakukan perbuatan-perbuatan yang berguna, daripada mengerahkan segenap pikiran dan tenaga untuk mengungkap sebuah rahasia dalam hidup seseorang. Karena rahasia apapun sesungguhnya pasti terungkap pada waktunya nanti”.

“Tak ada sesuatu yang benar-benar sendiri dalam hidup seseorang. Hidupku jalin menjalin dengan kehidupan orang-orang di sekitarku. Aku tak pernah tahu, siapa orang paling menentukan dalam hidupku. Bisa saja ia tetangga sebelah rumah, tapi sangat mungkin ia seseorang yang sama sekali tak kita kenal. Seseorang yang melintas di depan rumah dan berpapasan denganku pada suatu siang yang terik”.

DEVI R.A.

Bentuk syukurku atas kehidupan ini, “Terimakasih Tuhan” dan sekedar menikmati waktu dengan alunan musik Joanna Wang- “Let’s start From here”.

LENTERA JIWA

LENTERA JIWA

BY NUGIE

Lama sudah ku mencari apa yang hendak kulakukan

Segala titik kujelajahi

Tiada satupun ku mengerti

TERSESATKAH AKU DI SAMUDERA HIDUP?

Kata-kata dan kubaca

Terkadang tak mudah ku cerna

Bunga-bunga dan rerumputan bilakah kau tahu jawabnya?

Inikah jalanku?

Inikah takdirku?

Ku biarkan ku mengikuti suara dalam hati yang selalu membunyikan CINTA….

Kupercaya dan kuyakini murninya nurani

Menjadi penunjuk jalanku, LENTERA JIWAKU

BELAJAR MENCINTAI….

- TIDAK ADA JUDUL-

Belajar mencintaimu sungguh luar biasa…
Baru Pertama…baru pertama….
Belajar mencintaimu sungguh luar biasa….
Membuatku bertahan di tengah rasa pengertian
Menerima apa adanya
Dan memilih berbahagia diantaranya

Belajar mencintaimu sungguh luar biasa…
Membuatku berupaya bertahan dengan segala daya
Belajar mencintaimu sungguh luar biasa…
Membuatku bermimpi meniti pelangi menuju bintang-bintang

Belajar mencintaimu sungguh luar biasa…
Menyiksaku dalam hati karena rasa yang tak dapat kuberi
Belajar mencintaimu sungguh luar biasa…
Membuatku semakin paham atas ketidak bahagiaan tak bisa berbagi

Belajar mencintaimu sungguh luar biasa…
Tak pernah berupaya namun datamg tak terduga

What if…tomorrow never comes?
Would you realize that i’m thanking you for being a bless for me?
What if…tomorrow never comes?
Will you realized that you are loved?

Desember, 2008
“Saat diingatkan oleh kehidupan”

Shall This Cause U Down?


LASKAR PELANGI - NIDJI

Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia

Berlarilah tanpa lelah sampai engkau meraihnya

Laskar pelangi, takkan terikat waktu

Bebaskan mimpimu di angkasa

warnai bintang di Jiwa

Reff:

Menarilah dan terus tertawa,

walau dunia tak seindah surga

Bersyukurlah pada Yang Kuasa,

cinta kita di dunia

Selamanya….

Cinta kepada hidup, memberikan senyuman abadi

Walau hidup kadang tak adil, tapi cinta lengkapi kita

Laskar Pelangi, takkan terikat waktu

Jangan berhenti mewarnai, jutaan mimpi di bumi

Tertawa bersama Marti, Andika, dan Fadil

WE ARE THE CIRCLE!

19 Okto 08

Setelah berpenat dengan berbagai masalah akhirnya aku memutuskan untuk melepaskan kangen dengan teman-teman menulisku di Reading Lights. AKU BUTUH TERTAWA!!

Iya belakangan ini aku sumpek banget, kenapa ya kok aku jadi lesu, muka ditekuk, males ngomong, bawaannya pengen ngamuk….Oh ternyata aku tahu jawabannya, AKU KURANG TERTAWA. Kota Jakarta dan pekerjaanku sehari-hari telah membuatku terwarnai. Come on….masa harus seperti itu sih??!! Harusnya aku tetap aku, harusnya aku yang mewarnai. Hidup ini terlalu indah untuk terus kuburamkan…

Heiks jadi ingat perkataan James Watt saat ditanya dan dihina oleh banyak orang gara-gara percobaannya menemukan bohlam lampu. “Sudahlah Mr. Watt, ngapain repot-repot ingin menyalakan lampu jalanan. Kamu sudah 5000 kali gagal! Jalanan itu memang ditakdirkan diterangi oleh lampu teplok“. Dan Mr. Watt pun berkata, „Anak muda, tidakkah kau menyadari bahwa sebenarnya aku tidak gagal. Aku bahkan lebih dekat 5000 kali dari yang kuinginkan. Dan aku telah mempunyai 5000 cara untuk mewujudkan impianku“. Dan akhirnya Mr. Watt berhasil menemukan bohlam lampu pada percobaannya yang keseribu!! Bayangkan saja dunia saat ini andaikan Mr. Watt saat itu menyerah untuk menemukan lampu pijar…“BERANI WUJUDKAN APA YANG JADI IMPIANMU“, itulah salah satu yang aku pelajari dari hidup.

Fiuh…karena terlalu kecapean, belakangan ini aku jadi kurang membaca dan menulis. Padahal membaca, menulis, sambil mendengarkan musik adalah obatku. Dan jujur aku sakaw, ga bisa berpikir jernih, bisa-bisa aku mati. DAN AKU GA MAU MATIIIIII KONYOL…

The Circle adalah tempat aku melepaskan penatku (MAKASIH YA TEMAN-TEMAN). Iya, kemarin kami belajar menuliskan keinginan organ tubuh kami. Mulai dari tangan kiri yang sirik sama pantat, sampai tragedy kuku busuk. Hmm…kalo aku kemarin nulisnya tentang mata. Hehehe…disana aku bertemu Anas dan Ully yang terus memberikan semangat untuk menulis skenario film. Yeah beibeh…menulis itu bisa apapun dan kapanpun. Kalau Anas bilang…“kita terus perbaiki diri ya, dev. Berjuang sampai mati“ Oke Anas, Hidup Menulis! Hidup Sastra! Hidup Film!!

Bersama the circle aku pun meng-update berita tentang recto verso, buku terbaru Dewi Lestari dan kegiatan-kegiatan seni di Bandung. Bahkan aku baru tahu kalau Fadil sudah potong rambut dan sekarang tinggal di Jakarta! Bah kemana saja aku selama ini?? Di the Cirle juga aku mengupdate kegiatan copywriter Myra, dan kegiatan menulis di Jakarta yang aku referensikan ke grup. Ternyata sangat bagus, Myra sering datang kesana. Akhirnya aku janjian deh sama Fadil mau ikutan klub menulis itu nanti. Keep in contact ya, Fadil! Ini semua gara-gara ga ada komputer di kosan sih jadi ga bisa nulis…(xixixi..alasan aje!) Iya aku cinta banget ma PC ku yang ditinggal di Bandung, walaupun jebot tapi nyaman sekali dipakai. Miz u mhuah..mhuah…my kompie….

Sebelum pulang kami juga makan-makan bersama lho, ada yang ulang tahun nih…empek-empeknya enak. Dan aku, Andika, Marti, dan Fadil memutuskan main scrable. Andika nomor satu…and you know what?? Gw ada di posisi 3! Waduh ada apa ya dengan angka 3 ini?;p Kemudian Marti mengantar kami bertiga pulang. Dan di sepanjang jalan..AKU TERTAWA!! Iya, kami semua tertawa sampai rahang kami sakit.

Di sepanjang jalan, kami menggosipkan masyarakat kuadran kiri versi Robert T. Kiyosaki. Kami menggosipkan Pemkot Bandung yang dodol berat dalam penataan kota. „Dasar mental project n korupsi“, Fadil bersungut-sungut. „Iya, mental masyarakat miskin“, tambah Andika. „Siapa sih yang milih Dada Rosada lagi?? Bodoh bener“, kata Marti (bukan gw Marti, gw kan ga punya hak pilih di Bandung) Mau tahu kenapa? Karena Pemkot Bandung sedang memugar jalan Asia-Afrika-Braga yang bagus, dan berarsitektur Belanda, serta yang ga kenapa-kenapa hanya sekedar untuk cari duit! Dan Pemkot pun sedang memugar babakan Siliwangi, tempat satu-satunya di dunia 3 spesies tumbuhan langka, hanya untuk dijadikan Mall!! DODOL BANGET!! Dasar mental orang bodoh dan terjajah! Mana menurut LSI, Bandung adalah tempat terkorup no. 1 di Indonesia…weleh..weleh…

Kemana lagi aku harus berlari kalau aku penat dengan Jakarta? Bogor telah berubah, dan Bandung pun sudah mulai tidak nyaman, tempat resapan air kami mulai menjadi Mall. Lembang pun sudah mulai menurun suhunya, tidak seperti dulu…Huwaa…kangen Bandung tempo doloe. Saat Pasteur masih ditumbuhi Palem, saat Dago masih dipenuhi pohon. Kembalikan Bandung yang kuingat di masa kecilku!!

Pun tidak jauh berbeda dengan kampung halamanku Malang. Kalau aku pulang ke Malang, berasa pulang ke Bandung euy. Mall mulai tumbuh dimana-mana. Cuaca pun lebih panas, kecuali yang dekat Bromo tentunya….Duh rindunya memeluk udara bersih dan angin sepoi-sepoi…Dan akupun sering bertanya, „kenapa aku masih bertahan di Jakarta??“. Aku tahu jawabannya…aku benar-benar tahu jawabannya…..

„Special thx to Fadil yang berpendapat „lo masih kuliah kan, dev?”

Xixixi…makasih lho Fadil! Doain bisa kuliah lagi ya…:D

Dunia yang penuh WARNA

D’e’v’I