header image
 

Stop Ngurusin Hal2 Yang Ga Da Sangkut Pautnya Ma Diri Kita….

Jakarta, 2 February 2010

*Bangun tidur langsung berasa deh rasa tidak puas di dalam hati* Hmmm..sebenernya entah karena efek difogging atau memang kepanasan sama suhu udara yg panas menggila (Halloooo..apa hubungannya coba antara difogging sama panasnya hati). Hehehe tapi pengen tahu juga apa hubungannya fogging dan tidur pulas. Soalnya hampir seluruh anak kos yg tertinggal, tidur dengan pulas setelah kosan kami selesai difogging tadi sore:D

Anyway busway entah kenapa hari ini melintas-lintas berbagai macam pikiran di kepala gw. Mulai dari pengen olahraga di malam hari, sampai dengan pikiran serius untuk berhenti memikirkan hal-hal yang bukan jadi urusan gw.

Contohnya antara lain adalah, stop menanyakan kapan gw kawin..eh merit.!! ”For God Sake!!” sapa coba yang ga pengen kawin..eh merit!? Mo tahuuuu aja urusan orang. Diundang enggaknya kan juga urusan gw. Trus kalo gw dah nikah apa untungnya coba buat mereka?. Apa mereka juga bakal ikutan masuk kamar pas gw kawin?! Apa mereka mau nanggung ongkos pernikahan gw? Halloooo…apa mereka semua ga punya pekerjaan lain selain ngurusin orang dan bergosip? It’s very annoying!! Budaya ramah darimana coba, budaya Indonesia ”nanya-nanya ga penting ini” kebanyakan basa-basi menurut gw dan cenderung tidak menghormati perasaan orang lain.

Gw serasa manusia dari planet lain karena diumur segini belum nikah. Kenapa gw bilang begitu, karena gw sendiri ga kurang2 usaha buat nyari suami tersebut sodara-sodara. Dah berapa banyak mantan gw..tapi kalo namanya ga jodoh gimana? Gw jungkir balik juga tetep ga bisa sama-sama. Bukankah lahir, mati, dan Jodoh sudah ada yang mengatur. Nama sang pengatur itu Allah SWT. Kita mah pasrah aja sama sang Sutradara hidup. Lagian apa sih artinya pernikahan? Apa sekedar kawin, bikin anak, dan mendapatkan prestise ”kawin=laku”, trus cerai? Naudzubillahimindzalik…

Hal-hal lain yang sering mengusik gw juga adalah, betapa kita sering ngurusin orang lain yang bahkan kita sendiri ga kenal siapa mereka. Contohnya artis-artis yang sering malang melintang di teve…halooo mereka sama-sama manusia lho, butuh menjadi diri sendiri n butuh privasi. Siapa kita berani menilai orang lain? Sudahkah kita berani menilai diri sendiri? Bener ga sih kelakuan kita? Emang kita kebanyakan waktu ya sampai ngomongin mereka segitunya? sekedar tahu siy ga masalah, tapi kalau sampai harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk ngerumpiin hal itu apakah masih bisa dibilang wajar? Lagian siapa elo, sapa kita? Apakah orang yang kita rumpiin tahu keberadaan kita? Bukankah itu cuma buang-buang waktu dan tenaga? Hadoohh..bukankah sudah ada jargonnya bahwa sirik itu tanda tak mampu?

Dan hal yang ngerusak otak gw belakangan adalah keinginan untuk dianggap ada n sebagai bagian dari suatu kelompok. Tak jarang orang-orang melakukan hal-hal aneh untuk dianggap ada. Contoh terbarunya adalah, nyelutuk tiba-tiba ataupun tertawa ga jelas di suatu diskusi yang lagi panas2nya *aseli ini kejadian dan pada akhirnya bikin bengong semua orang*. Ataupun karena ingin dianggap sebagai bagian dari suatu kelompok maka kita bela-belain beli gadget, baju, ato mobil yang baru. Emang yang lama kenapa? Apa kabarnya lingkungan yang kita bombardir dengan segala sampah tersebut? Di sisi lain, bukankah ada hal-hal lain yang lebih penting yang bisa kita lakukan dengan uang yang ada, misalnya diinvestasikan untuk suatu bisnis baru ataupun disumbangkan kepada orang yang lebih membutuhkan?

Masyarakat dunia ini tampaknya sedang sakit jiwa, dan kemungkinan gw juga termasuk di dalamnya!!

Budaya konsumerisme ini semakin menggurita. Jahanam yang memperlebar jurang antara si miskin dan si kaya. Alat baru untuk mengendalikan manusia, namanya iklan, dan disebut sebagai kemajuan peradaban! Bah kemajuan peradaban yang harus dibayar mahal!! Kematian budaya leluhur yang selaras dengan alam dan memancing kematian umat manusia sendiri. MATI TERCEKOKI RACUN PEMBAKARAN, MATI KARENA KEPANASAN DAN BENCANA. Dengan munafiknya (well banyak orang bilangnya pragmatis) kita bilang itu tak terhindarkan, namun dalam hati sebenarnya kita tahu kita bisa menghindari hal tersebut.

Sudahkah kita berpikir…sudahkah kita berpikir? Sudahkan kita melihat ke bawah, bahwa apa yang ada pada diri kita ternyata berlebihan daripada sodara-sodara kita yang lain? Tahukah kita bahwa Ipad terbaru adalah uang sekolah selama 5 tahun untuk anak-anak di kawasan terpencil?

Sudahkah kita menyadari bahwa kita seringkali menghambur-hamburkan rizki dan berfoya-foya untuk hal ga penting? Tahukah kita bahwa dari hal-hal yang kita lakukan ternyata membawa dampak bagi orang yang mungkin kita sendiri tak mengenalnya. Bagaimana kalo kita yang ada di posisi mereka? Bahwa kita yang mengalami pahitnya menjadi korban keserakahan…

DRA

Bookmark and Share

Diary Januari 2010: Perasaan campur aduk

Jakarta, January 22nd, 2010

Banyak banget ya yang terjadi…sangat banyakkkkkkk…

Hmmmm darimana harus diwali dan bagaimana harus menceritakan perasaan yg campur aduk ini merupakan bagian yang paling sulit dari bercerita. Tapi aku coba, kalo ga diceritain bakal ga bisa tidur semalaman.

Mungkin ada baiknya dimulai dari berita meninggalnya mertuanya kakakku sesaat setelah masuk Rumah Sakit, kemarin. Kaget..cukup kaget..Apalagi istrinya biang bahwa tidak sakit apa-apa. Ah…bukan tidak sakit, tapi keluarga biasa-biasa saja memang dilarang sakit. Biayanya mahal!! Keadaan ini dibuat tambah aneh lagi tadi pagi dengan status temenku yg anehhhh, dan saat aku konfirmasi dia hanya bilang, ”gw stress banget deh…mau ga nemenin ke pantai? Diem aja liat ombak”. Speechless..ga bisa ngomong apa-apa lagi…

Despite aku merasa sangat cantik malam ini. Hari ini aku tersentil dua kali. Yang pertama saat aku curhat sama mama soal betapa malesssssnya aku bangun pagi untuk bekerja, dan kembali kepada rutinitas 9AM-5PM. Tahukah kalian apa yang dikatakan mamaku, ”ya kamu dibayar mahal untuk pekerjaanmu makanya harus bangun pagi. Ingatkah tentang cerita sopir travel yang harus bangun jam 3 pagi untuk nganter penumpangnya dan pendapatannya tak seberapa, nduk? Bersyukur nak…bersyukur…jangan terlalu sering liat keatas, justru harus sering-sering lihat ke bawah”. Haikssss..kembali speechless tak berdaya..Mama sudah lebih lama mengarungi dunia ini daripada aku, dan untuk hal tersebut tak ada bantahan apapun dariku.

Tersentil kedua adalah saat nonton film ”The Age of Stupid”. Film yang membidik segala segi. Meskipun keberpihakan masih terlihat jelas di film tersebut (Ya iyalah namanya juga film tentang manusia).Betapa kita hidup di dunia yang saling terkait satu sama lainnya. Betapa….”huh perasaan gw campur aduk”…Its true kita takkan pernah merasa kehilangan sebelum apa yang kita miliki benar-benar sudah tidak ada lagi. Dan betapa saat kita ingin melakukan hal yang kita anggap benar, begituuuuuuuuuuu banyak hambatan menghadang.

This is a mad-mad situation. Manusia sudah mengantarkan dirinya sendiri pada bunuh diri massal. Manusia pada satu sisi tak bisa memungkiri bahwa apa yang mereka capai saat ini didapat dengan merusak tatanan kehidupan serta ekosistem, namun they can just stop. They want more, more, n more…Selalu tidak pernah merasa cukup. Di masa depan generasi mendatang pasti menyalahkan generasi sekarang atas kemalangan dan bencana yang mereka hadapi. Namun memang begitulah kenyataannya, generasi sekarang memang pantas dipersalahkan. Kenapa kita harus bunuh diri massal? Selagi kita masih waktu untuk bisa menyelamatkan diri, kenapa tidak kita ambil kesempatan itu?

DRA

Bookmark and Share

Diary Januari 2010 – Lelaki-lelaki ramah *baca – Norakk*

Jakarta - January 17th, 2010

“Don’t be offended, tapi menurut gw kebanyakan laki-laki Indonesia emang terlalu ramah *baca – norak*”.

Pagi-pagi, masih sakit, n serasa belum napak bumi..namun teringat akan sesuatu yang harus dikerjakan..yeup, akhirnya bangun dari tempat tidur, masak air panas, mandi, cabutttt…

Suasana hati yang masih shallow hallow ini bukannya jadi ceria saat ketemu udara pagi, ehhhh malah jadi tambah bete saat di jalan bertemu dengan para lelaki ”penggoda” yang seenak udelnya bersuit-suit n celoteh sana sini.

Dimulai dari tukang ojek yang nawarin dirinya, ”ojek..neng..ojek”….yeee sapa pula yang ga tahu kalo situ ojek. Heran deh sama tukang ojek Indonesia, kalo kita perlu pan ntar kita juga nyamperin yak….Paling sering niy tawaran yang mampir dari tukang ojek adalah ”neng trans tv neng..bank mega..bank mega”…haiyah…saya tahu kok tampang saya emang artis punya :D

Lain belokan, lain pula ”godaannya”. Pas di pertigaan jalan ketemu deh dua bapak-bapak yang entah lagi ngapain trus berceloteh, ”ga dianterin sama ayanknya niy, neng”. Jiahh..mau tahu aja tuh bapak-bapak…trusss yang bikin bete adalah..”aduh si neng cakep-cakep tuli”…hiyyy gondok, tapi teuteup siy dapet pengakuan cantik:D

Nah yang terakhir adalah disuit-suitin dari pager sebuah rumah gedong…*njritt..emang tuh orang ga oke, berani godain cuma lewat pager doang*…Ga tahu kenapa bawaannya jadi emosi ma laki-laki;p

Well, sebenernya ga boleh siy maki-maki *berasa disentil sama pembicara workshop saat ngomongin law of attraction* ntar malah ngundang makian yg lain hehehehe. Makasih dah diingetin ya, mbak Linda.

Belajar lagi yuk (lagi di workshop niy) - laper mode on-

DRA

Bookmark and Share

Diary Januari 2010 - Kupu2 Yang Bercinta

Januari 15th,2010

Kembali kucek rekeningku…kosong…transferannya belum nyampai. Ah…betapa egoisnya manusia, uang itu mungkin tak seberapa buat mereka, tapi buatku..*menarik nafas panjang* harus kemana lagi aku mengadu….

Sudah 2 bulan kesehatanku tak menentu, hampir seminggu sekali sakitttt terus…ga dibilangin juga aku tahu apa penyebab sakitku..-kebanyakan pikiran-. Ada beberapa hal yang memang tak bisa dilepaskan begitu saja dari benak dan pikiran *keluh*

Pikiran ini masih belum menyatu sama badan, kalau orang lain melihatku pun pasti ketahuan..mbak2 yg lagi jalan ini pikirannya ngelayap kemana-mana, dah gitu raut mukanya senduuuu banget…*halah*

Pikiran ini baru agak jreng and warna-warni saat melihat 2 ekor kupu-kupu cantik sedang bercinta *well ga tahu pasti siy bercinta ato tidak, tapi dari posisinya kok kayanya lagi bercinta ya:D*, sesaat kemudian aku sudah dikelilingi anak-anak yang bermain bola dan lari kian kemari *Ini Jakarta, my friend..main bola pun bisanya dilakukan di jalan beraspal*, setelah beberapa lama aku melangkah akupun menoleh ke sebelah kiri dan tampaklah olehku seekor ulat yang sedang menggelantung di udara menuju sebuah pohon. Aku bertanya-tanya dalam hati, apa ulat punya tali tipis kaya laba-laba sehingga bisa menggelantung disana-sini ya? Perkiraanku siy kupu-kupu itu mau siap-siap jadi kepompong n kupu-kupu

Habis itu aku menengadah ke atas…banyak percikan warna-warni dari atas masjid yang sedang dibangun di pertigaan jalan. Ooh rupanya para tukang sedang mengelas besi di bagian atas Masjid. Bahkan api pun punya warna…

Hidup yang berwarna…

*Maaf Tuhan ada beberapa hal yang kupending kupikirkan yah…*

DRA

Bookmark and Share

Saatnya dapat Income Passive Gratisss….

Kawan-kawanku…

Boleh coba klik link ini: http://www.komisiGRATIS.com/?id=dev1ra

Salah satu cara dapat passive income gratis..yah syaratnya rajin ngenet n ngajak orang siy..tapi modalnya gratis..jadi yaaaaaa..coba aja…

yuk cari duit rame2 ^^

http://www.komisiGRATIS.com/?id=dev1ra

Bookmark and Share

Dari Sandwich menuju Cognac

Mencicipi snack sambil menikmati punch

Dalam acara kuiz yang ditampilkan sebuah TV swasta kita, para peserta kuiz tidak dapat menjawab sebuah pertanyaan yang menyangkut asal-usul sebuah kata. Pertanyaannya kira-kira begini: “Apa nama makanan yang sekarang digemari anak muda kota besar, yang berasal dari nama orang? Makanan itu berupa dua iris roti berisi daging dan sayur.” Dengan beragak-agak, salah seorang peserta menjawab hamburger, dan peserta lainnya dengan tidak yakin menjawab pizza. Ternyata kedua jawaban itu salah. Ah … seandainya saja kita sudah mulai berwisata kata bersama Berita Buku, dan mereka ikut bersama kita, tentu hadiah kuiz yang jumlahnya lumayan itu bisa masuk kantong mereka. Anda mau tahu jawabnya? Memang bukan hamburger atau pizza, meskipun kedua makanan tersebut juga digemari remaja kota. Yang benar adalah … sandwich!

Ya, sandwich, yang sekarang merupakan salah satu pilihan sarapan orang kota, berasal dari nama orang, bahkan bukan sembarang orang. Dia adalah seorang berkebangsaan Inggris bernama asli John Montagu dan bergelar Earl of Sandwich IV (1718-92). Montagu adalah pria dengan reputasi buruk; dia bukan saja tidak punya kemampuan dan sangat korup sebagai First Lord of the Admiralty, tetapi juga dikenal masyarakat sebagai tidak bermoral dalam kehidupan pribadinya. Berjudi adalah salah satu kegemaran buruknya. Dan sifatnya yang keranjingan judi inilah yang memberi kita kata sandwich. Konon karena asyik berjudi nonstop selama 24 jam, dia tidak mau diganggu atau beristirahat sejenak pun. Untuk mengganjal perut, dia minta dikirimi setangkup roti berisi irisan daging dan sayur, yang sekarang kita kenal sebagai sandwich. Nah, itulah sumbangan Earl of Sandwich bagi dunia kuliner kita dewasa ini.

Sekarang, kata sandwich tidak semata-mata digunakan untuk menyebut makanan khas itu. Di perguruan tinggi, misalnya, dikenal program sandwich, yaitu program pendidikan (biasanya setingkat S-2 atau S-3) yang sebagian dilakukan di dalam negeri dan sebagian lagi, biasanya penelitiannya, dilakukan di luar negeri. Saya tidak tahu mengapa program tersebut dinamakan program sandwich. Yang pasti, magister atau doktor yang dihasilkan program itu, juga para remaja penggemar “roti lalab”, tentu tidak bermaksud menghabiskan waktunya di meja judi!

Keceriaan di sebuah banquet

Pada saat diundang ke sebuah pesta, mungkin sebagian dari kita dengan bangga mengatakan akan menghadiri sebuah banquet. Kita berkumpul bersama kerabat dan mitra kerja dalam sebuah jamuan makan malam di sebuah hotel mewah, padahal kata banquet itu sendiri, yang berasal dari bahasa Prancis, semula hanya berarti “bangku kecil”. Bila dilacak lebih jauh lagi, asal kata tersebut adalah bancus, kata Latin yang berarti “bangku”. Dan menghadiri banquet di masa lalu mungkin berarti sekadar duduk-duduk di atas bangku kecil.

Sambil mengobrol santai selama jamuan makan itu, mata kita mungkin “jelalatan” memperhatikan pelayan berseragam yang berkeliling sambil membawa nampan perak berisi snack. Dengan sigap tangan kita, para tamu, mencomot makanan kecil-kecil itu, yang langsung habis sekali suap. Ya … snack memang sesuatu yang disambar dengan tergesa-gesa karena pada kurun masa Middle Dutch (pertengahan abad ke-12 sampai ke-15), snacken berarti mengambil sesuatu dengan cepat, yang pada masa itu hanya digunakan untuk … anjing! Tapi, siapa peduli? Yang penting, kue cokelat atau kue kacang yang kecil-kecil itu begitu mengundang selera. Lagi pula, di zaman modern ini, tak seekor pun anjing hadir di ruangan banquet yang serba mewah, bukan?

Aduh, kerongkongan mulai terasa “seret” gara-gara tangan terus menyambar kue kecil-kecil yang lezat itu. Maka, ketika pelayan berkeliling lagi, mungkin kali ini kita memintanya untuk membawakan secangkir kopi. Ah, sedapnya aroma kopi yang panas mengepul … Konon, sekitar tahun 850, lebih dari sebelas abad yang lalu, seorang penggembala domba bernama Kaldi, terheran-heran melihat ternaknya mengunyah-ngunyah sejenis buah buni (berries). Karena penasaran, dia pun mencicipi sendiri buah tersebut. Rasa nyaman akibat mengunyah buah itu membuatnya bergegas memberitakan kabar tersebut kepada sesama penggembala domba. Bangsa Arab kemudian mengolah buah tersebut – mengeringkannya dan merebusnya sampai mendidih, lalu mengambil sarinya yang mereka sebut qahwe. Dikisahkan bahwa kaum beriman pengikut Nabi Muhammad SAW di masa itu minum qahwe agar tetap jaga di malam hari kala beribadah, tetapi ada pula yang berpendapat bahwa qahwe harus dilarang karena membiuskan. Bangsa Turki memungut langsung kata qahwe untuk menamakan minuman tersebut, bangsa Prancis menyebutnya cafe, sementara orang Inggris menyerap kata itu menjadi coffee. Bagaimana dengan kita di Indonesia? Ternyata tidak jauh berbeda karena lidah kita menyebutnya kopi, yang semakin nikmat rasanya bagi penggemar Rhoma Irama, Elvi Sukaesih, dan Detty Kurnia bila diminum setelah asyik mendendangkan lagu … Kopi Dangdut!

Aneka minuman

Seusai jamuan makan, sebagian hadirin mungkin merasa belum cukup minum, apalagi karena dalam pesta tersebut minuman yang dihidangkan hanya kopi dan teh. Maka, meluncurlah mobil mereka menuju bar, sebuah tempat minum-minum untuk meneruskan obrolan di malam panjang sampai menjelang pagi.

Ketika salah seorang menghirup cognac, sebenarnya ia tengah menikmati minuman yang sudah hadir di bumi ini selama lebih dari 400 tahun. Kata cognac adalah kependekan dari Eau de Vie de Cognac, atau “air kehidupan dari Cognac”. Cognac sendiri adalah sebuah kota di barat daya Prancis yang merupakan kota industri brandy (pada dasarnya berarti minuman anggur yang disuling). Konon orang Belanda penemu brandy, seorang pengusaha ulung, merasa cemas karena kota Cognac menghasilkan minuman anggur dalam jumlah begitu besar sehingga tidak semuanya dapat dikapalkan. Maka, dia memutuskan untuk menyuling (mengeluarkan) air dari dalam minuman anggur itu sehingga minuman tersebut menjadi lebih pekat dan hasil yang diangkut bisa lebih banyak. Pada mulanya, dia mengira orang akan menuangkan air kembali ke dalam minuman pekat itu sebelum meminumnya. Maksudnya memang baik, tetapi ternyata tidak demikian yang terjadi karena banyak orang minum cognac tanpa dicampur air terlebih dahulu. Brandy yang dikenal sekarang diduga masuk ke Prancis dari Italia pada masa pemerintahan Henry II, yaitu Duke of Orleans, yang menikahi Catherine de Medici. Kejadian ini berlangsung pada tahun 1533, dan tidak lama kemudian, cognac menjadi salah satu brandy Prancis yang terkenal.

Seorang tamu lain memesan sherry, juga sejenis minuman anggur. Kata ini mempunyai riwayat yang cukup unik. Konon, kota Jerez de la Frontera di Spanyol, yang dahulu dihuni bangsa Roma, di masa lalu bernama Xeres, kata yang diadaptasi dari nama Latin, Caesar. Jerez, kota pelabuhan yang terletak di provinsi Cadiz ini, dikelilingi tanah pertanian yang subur dan perkebunan anggur, di samping terkenal sebagai kota penghasil minuman anggur sherry. Pada abad ke-16, orang Spanyol melafalkan kata Jerez sebagaimana orang Inggris melafalkan sherris. Orang Inggris kuno (Briton) mengira sherris adalah kata bentuk jamak sehingga sampai sekarang minuman anggur itu dikenal sebagai sherry, yang dikira bentuk tunggal dari kata sherris itu!

Seorang tamu lainnya, yang belum cukup mengenal nama-nama minuman keras, dengan sembarangan memesan minuman, pokoknya yang mengandung alkohol, katanya. Dia tidak sadar bahwa dia memesan sesuatu yang di masa lalu digunakan oleh Ratu Cleopatra dari Mesir untuk menebalkan alis matanya. Sang ratu, yang pernah diperankan dengan bayaran tertinggi masa itu sebesar satu juta dolar oleh bintang kondang Elizabeth Taylor, menggunakan pasta antimon yang dalam bahasa Arab disebut al-koh’lal adalah kata sandang, dan koh’l berarti serbuk antimon. Kata ini masuk ke dalam bahasa Inggris menjadi alcool, kata untuk menyebut serbuk atau sari yang halus. Jadi, minuman anggur yang mengandung alcool adalah sejenis minuman keras. Baru pada abad kesembilan belaslah kata alcohol digunakan penutur bahasa Inggris dengan hanya bermakna minuman.

Tamu yang terakhir merasa ingin tetap sadar alias tidak mabuk. Sebab, siapa yang akan mengemudikan mobil sewaktu pulang nanti? Tentu bukan salah seorang teman yang mabuk alkohol bukan? Maka, dengan tenang ia pun memesan punch, sekalipun diiringi derai tawa teman-teman semejanya yang mulai bicara ngawur ngalor-ngidul. Tapi, tahukah Anda bahwa minuman yang dipesan terakhir itu ada hubungannya dengan jumlah jari sebelah tangan kita? Ya … salah satu resep punch ditemukan dalam minuman yang dinamakan “The Gentleman’s Companion” yang mengandung lima macam bahan, yaitu arak, jeruk nipis, teh, gula, dan air. Konon, karena mengandung lima macam bahan itulah minuman tersebut disebut punch. Konon para pengelana Inggris yang mengunjungi India pada akhir abad ke-16 menceritakan bahwa kata punch berasal dari kata panch di India Utara, yang berarti lima. Kita di Indonesia tentu mengenal juga kata panca yang berarti lima, antara lain sebagai nama falsafah negara – Panca Sila.

Minuman punch ternyata sangat disukai para pelaut. Seorang Inggris, John Evelyn, menulis dalam catatan hariannya di tahun 1667 bahwa dia minum minuman itu ketika berlayar dengan sebuah kapal. Ia sangat penasaran melihat betapa minuman itu disukai para anak kapal. Konon pula seorang kapten kapal Belanda begitu menyukai punch sehingga memesan bergelas-gelas minuman itu untuk dituangkan di atas makamnya kelak!

Penutup

Setelah puas makan sandwich dan snack, serta minum berbagai jenis minuman, wisata kata kita kali ini saya sudahi sampai di sini. Mungkin Anda akan teringat pada berbagai kisah di balik kata-kata itu setiap kali Anda diundang menghadiri banquet atau tatkala menikmati kopi di rumah saat bersantai di sore hari, atau mungkin saat bercengkerama dengan kawan-kawan di sebuah bar. Sampai jumpa dalam nomor yang akan datang dengan berwisata ke wilayah kata yang lain. Adios! (Eh, apa pula artinya?)

Ditulis oleh Sofia Mansoor. Pertama kali dimuat di majalah Berita Buku, Februari 1996. Sumber: Word Origins, Webster’s Word Histories, dan berbagai kamus.

http://bahtera.org/blog/2009/12/mencicipi-snack-sambil-menikmati-punch/comment-page-1/#comment-419

Bookmark and Share

Kita memang harus menentukan posisi

Malang, 29 September 2009

Kita memang harus menentukan posisi

Posisi, kata itulah yang belakangan ini terngiang-ngiang di kepala dan menambahkan kesadaran baru dalam pemahaman saya. Posisi adalah hal yang penting, karena tindakan - tindakan kita selanjutnya sangat tergantung oleh landasan dimana kita memijakkan kaki, maupun meletakkan tangan.

Bagaimana memposisikan diri juga bergantung kepada pemahaman masing - masing individu atas hal - hal yang berkaitan dengan posisi tersebut, benefitnya bagi pribadi masing - masing, serta latar belakang yang membayangi individu - individu bersangkutan.

Posisi sendiri tidak bersifat saklek, Melainkan berubah-ubah sesuai dengan dengan pemahaman yang terus bertambah.

Seiring dengan bertambahnya waktu yang telah dijalani, tentunya bertambah pula pengalaman, ilmu, serta pemahaman kita. Hal inilah yang menjadi bekal untuk menentukan posisi lebih lanjut. Akankah kita terus bertahan dengan posisi yang ada sekarang, ataukah berpindah menjadi pilihan yang terbaik.

Apabila ingin bertahan dengan posisi yang ada, tentunya ada tindakan-tindakan pembaharuan yang dibutuhkan untuk mempertahankan posisi tersebut. Hal ini dikarenakan dengan sifat dunia yang selalu berubah mengikuti perkembangan informasi, sehingga diperlukan tindakan-tindakan yang lebih dari biasanya untuk mempertahankan sesuatu hal. Langkah-langkah konvensional memang tetap diperlukan, namun harus seiring sejalan dengan langkah-langkah inovatif. Dalam hemat saya, berpasangan antara baru dan lama selalu menjadi alternatif yang paling besar untuk bertahan. Pun tak ada hal yang diciptakan tunggal di dunia ini oleh sang pemilik jagat raya. Semuanya saling berpasangan dan saling melengkapi.

Sebaliknya saat kita memutuskan untuk berpindah, kita pun dituntut untuk melakukan hal-hal baru sebagai bentuk penyesuaian terhadap pemutusan rantai rutinitas. Tidak ada kenyamanan yang didapat tanpa proses penyesuaian. Intinya, pilihan manapun yang diambil sama-sama membawa konsekuensi tindakan. Baik tindakan untuk mempertahankan maupun tindakan penyesuaian. Dan sekali lagi, tak ada yang lebih ringan antara satu dan yang lainnya, karena effort yang digunakan juga sama-sama besar.

Pemahaman atas posisi yang dapat berubah kapanpun dan dimanapun inilah yang belakangan telah menjadi bekal saya untuk lebih mawas diri dalam menghadapi kesimpang siuran kejadian-kejadian yang hadir di kehidupan kita. Kita tidak dapat menyalahkan orang lain, bahkan diri sendiri sekalipun atas pemahaman dan perubahan posisi yang ditempuh oleh masing-masing manusia. Sebab perubahan sendiri adalah hal yang mutlak. Yang membedakannya adalah niat dalam perubahan - perubahan tersebut.

Akankah perubahan itu membawa kepada hal-hal yang menjadikan setiap kita bertumbuh bijaksana dari hari ke hari. Akankah perubahan yang ditempuh dapat menjadi sumber kebahagiaan bagi diri pribadi dan orang-orang yang kita sayangi. Dan akankah posisi yang kita pilih sungguh-sungguh posisi yang kita butuhkan saat ini.

Bookmark and Share

Sudah 2 hari berturut-turut menangis…Yang pertama karena cerita Fifi, yang kedua karena tulisan ini…

http://www.facebook.com/home.php#/note.php?note_id=121627828009

Secara tidak sengaja aku membuka profile salah seorang teman baru yang meninggal bbrp waktu lalu,dan menemukan wallnya dipenuhi oleh kata- kata ayahnya yang berisikan ttg kerinduan, ketabahan, keikhlasan, serta kebanggan terhadap anaknya..

Sebelumnya saya memohon maaf kpd Om Utoro untuk memposting kata2 om, mungkin om belum mengenal saya dan maaf sudah lancang memuat ini harapan saya, banyak org yang membaca ini kemudian diingatkan,seperti saya yang tiba2 merasa terharu, sedih dan teringat bahwa hidup ini harus diisi dgn hal2 yang baik bersama org2 yang dicinta..smoga bermanfaat bagi semua yang membaca..

terima kasih om, saya rasa pasti semua orang tua akan merasakan hal yang sama..

Turut berduka cita yang mendalam, smoga mbak Cindy tenang disana..

in memoriam Cindy Fellicia, teman yang sangat ceria 1985-2009

Utoro Indiarto
berkali papa dengar, harta adalah titipan Nya. Berkali Papa paham, anak pun titipan Nya, yg dpt ‘diambil’ kembali. Yang Papa yakini, pasti ada hikmah dibalik itu semua. Saat kamu lahir, hanya kamu yg menangis, sementara kami semua tertawa. …Semoga saat kami semua menangis melepaskan kamu, hanya kamu yg tersenyum menatap taman surga mu, ditempat mu yg baru…. Amin.Read More
August 9 at 4:41pm · Comment · Like

Utoro Indiarto
Ifel sayang, kadang Papa berpikir kenapa kamu selalu mempunyai sahabat akrab yg besar dan tinggi, acap pula kita sering berdiskusi tentang indah nya taman2 didunia ini. Dari yang tersirat tersebut, kini Papa paham dan terjawab, kamu sangat mencintai …Sang Maha Besar, yang Maha Tinggi yang akan melindungi mu dan yang memiliki taman terindah…. Semoga…. Amin…. Read More
August 10 at 6:13am · Comment · Like

Utoro Indiarto
Tengah malam tadi Papa terbangun, Papa kangen sama kamu nak…. Papa nerenung, banyak sekali pesan2 moral mu tersirat saat kita diskusi2 terakhir. Bagaimana menyikapi dan semangat hidup kedepan, dan menyikapi seandainya kita sesaat lagi dipanggil Nya…. Pada saat2 terakhir kita sempat bicara, walau dengan dengan susah payah, kamu tetap menuruti pesan Papa Mama untuk mengucap Kalimat kalimat Syahadat…..!Read More
August 11 at 7:31am · Comment · Like

Utoro Indiarto
Kakak … Ada lagi yg Papa ingat, kamu paling pintar menyembunyikan kesulitan2 dan keluhan2 mu, demi kenyamanan dan keceriaan lingkungan sekitar mu… Semoga ini menjadi bekal mu yg abadi Kak..
August 12 at 6:30am · Comment · Like

Utoro Indiarto
Ifel… Pernah suatu saat kamu merasa bahwa sang waktu berjalan dgn begitu cepat, dan akan sangat merugi kalau tidak diisi dgn hal2 yg positif… Papa sangat menyetujui Kak, sesuai firman Nya dlm ‘AL ‘ASHR’….
August 13 at 6:03am · Comment · Like

Utoro Indiarto
akhir2 ini kata2 yg paling populer Papa dengar adalah ‘ikhlas’, demi kebaikan kita semua… Papa sedang mendefinisikan, arti kata tsb.
August 14 at 5:55am · Comment · Like

Utoro Indiarto
sering kali papa melamun, dan dari beberapa sudut pandang, selalu terbayang kamu tersenyum…. Semoga.
August 15 at 5:27pm · Comment · Like

Utoro Indiarto
Mba Cindy… Kamu meninggalkan Papa Mama dan Adik selama genap dua minggu. Kita berpisah, berbeda dimensi tapi kita semua tetap dalam kekuasaan dan lindungan Nya. Ifel sayang, kamu tidak berjalan sendiri nak, doa kami selalu menyertai…
Sun at 3:39am · Comment · Like / Unlike · View Feedback (2)Hide Feedback (2)

Utari Rusmajanti Effendy
Kepergian Cindy rasanya spt mimpi buruk yg berkepanjangan ya mas…anak itu cantik & baik sekali.
Sun at 4:18am

Utoro Indiarto
berat sekali menghadapi masa2 spt ini… Bukan hanya kehilangan fisik nya, seluruh hati dan harapan ikut hilang rasanya. Terima kasih ya Yan…
Sun at 4:33am
Write a comment…

Dita Pradita
Mbak Cindy….makasih udah dateng ke mimpiku :) aku kangen banget kali ya mbak, sampe ada mbak.. Mbak keliatan cantiiiiiik bgt sambil ketawa-ketawa.. I miss you mbak :’)
Sun at 9:44am · Comment · Like / Unlike · View Feedback (2)Hide Feedback (2)

Utoro Indiarto
yah… dek Dita curang… Papa Uut belum kebagian nih… Salam sayang Papa Uut kalo ‘ketemu’ lagi ya…?!
Yesterday at 6:09am

Dita Pradita
Iya papa uut nanti kalo ketemu aku salamin ya..kemarin aku peluk aja mbak cindynya aku kangen banget sih…
Yesterday at 7:54am

Utoro Indiarto
Tadi malam hujan cukup lebat tercurah ke bumi yg kerontang dihantam kemarau. Mungkinkah ini jawaban Nya yg tersirat dari doa Papa untuk mu selama ini..? Semoga ya Allah..!
Yesterday at 6:06am · Comment · Like

Utoro Indiarto
pernah suatu saat seusai Subuh, Papa Mama diskusi soal definisi sukses, dan kamu ikut bergabung sambil berias diri spt lazim nya. Kamu lebih memilih ‘kepergian’ yg sukses… Semoga Kak..!
Yesterday at 6:22am · Comment · Like

Utoro Indiarto
ingin kami lebih lama menyangi dan mengasihi mu, tapi ‘Ar Rahmaan’ ‘Ar Rahiim’ lebih dari itu. Ingin kami lebih lama melindungi mu, tetapi Papa yakin ‘Al Waliyyu’ akan memberikan pada mu lebih. Ingin rasanya kami lebih laama memberikan kasih sayang pada mu, namun ‘Ar Rauufu’ jauh akan memberikan yg lebih. Kami yakin, ‘Al ‘Alimu’ maha mengetahui, ‘As Samii’u’ akan mendengar dan ‘Al Mujiibu’ akan mengabulkan doa, harapan dan pinta kami untuk mu…. Amin . Read More
13 hours ago · Comment · Like
Updated 9 hours ago · Comment · Like / Unlike · Report Note

(Thx untuk tulisannya ya Rahne, terimakasih sudah ngingetin aku)

Bookmark and Share

Regina Spektor - The Call

It started out as a feeling
Which then grew into a hope
Which then turned into a quiet thought
Which then turned into a quiet word

And then that word grew louder and louder
Til it was a battle cry

I’ll come back
When you call me
No need to say goodbye

Just because everything’s changing
Doesn’t mean it’s never
Been this way before

All you can do is try to know
Who your friends are
As you head off to the war

Pick a star on the dark horizon
And follow the light

You’ll come back
When it’s over
No need to say good bye

You’ll come back
When it’s over
No need to say good bye..

Now we’re back to the beginning
It’s just a feeling and no one knows yet
But just because they can’t feel it too
Doesn’t mean that you have to forget

Let your memories grow stronger and stronger
Til they’re before your eyes

You’ll come back
When they call you
No need to say good bye

You’ll come back
When they call you
No need to say good bye..

Jakarta, 17 Agustus 2009
-I’ll be there for you…-

Bookmark and Share

Kapan….

Kapan terakhir kali kau bilang sayang padaku?

Kapan terakhir kali kau bilang bahwa aku orang yang berarti dalam hidupmu?

Kapan terakhir kali kau bilang bahwa kau ingin aku di sampingmu, menunggumu?

Kapan terakhir kali kau bilang bahwa kau membutuhkanku dalam hidupmu?

Dear, if you never told me then how i am suppose to know what you want

or

The fact is i never across in your mind.

Dear, don’t blame people if they leave you…

Because you never said that you want them to be with you…

And the truth is…maybe you just don’t need other people…

Remedial, 15 Juli 2009

Bookmark and Share